Showing posts with label IPA (Fisika). Show all posts
Showing posts with label IPA (Fisika). Show all posts

Wednesday, October 1, 2014

PESAWAT SEDERHANA

PENGERTIAN PESAWAT SEDERHANA
         Pesawat Sederhana merupakan alat mekanik yang dapat mengubah arah atau besaran dari suatu gaya yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia.
5
Perhatikan gambar-gambar di atas! Pekerjaan manakah yang lebih mudah dilakukan?
         Semua jenis alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia disebut pesawat. Kesederhanaan dalam penggunaannya menyebabkan alat-alat tersebut dikenal dengan sebutan pesawat sederhana. Gabungan beberapa pesawat sederhana dapat membentuk pesawat rumit, contohnya mesin cuci, sepeda, mesin mobil, dan lain-lain.
JENIS PESAWAT SEDERHANA
         Pesawat Sederhana digolongkan menjadi empat jenis, yaitu Tuas (Pengungkit), bidang miring, katrol, dan roda berporos. Agar kamu lebih memahami keempat jenis pesawat sederhana tersebut, berikut akan dijelaskan satu persatu.
1.  Tuas (Pengungkit)
         Tuas atau pengungkit adalah salah satu http://id.wikipedia.org/wiki/Pesawat_sederhana”>pesawat sederhana yang digunakan untuk mengubah efek atau hasil dari suatu gaya. Hal ini dimungkinkan terjadi dengan adanya sebuah batang ungkit dengan titik tumpu, titik gaya, dan titik beban yang divariasikan letaknya. Contoh penggunaan prinsip pengungkit adalah gunting, linggis, dan http://id.wikipedia.org/wiki/Gunting_kuku”>gunting kuku. Pada masa ini, tuas sudah banyak dikembangkan menjadi berbagai alat yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
         Terdapat tiga titik yang menggunakan gaya ketika kita mengungkit suatu benda, yaitu beban (B), titik tumpu (TT), dan kuasa (K). Beban merupakan berat benda, sedangkan titik tumpu merupakan tempat bertumpunya suatu gaya. Gaya yang bekerja pada tuas disebut kuasa.
 pesawat sederhana 3
        Gambar 1.3 Jungkat-jungkit
Berdasarkan posisi atau kedudukan beban, titik tumpu, dan kuasa, tuas digolongkan menjadi tiga, yaitu :
         a.  Tuas Golongan Pertama
              Pada tuas golongan pertama, kedudukan titik tumpu terletak di antara beban dan kuasa. Contoh tuas golongan pertama ini di antaranya adalah gunting, linggis, jungkat-jungkit, dan alat pencabut paku.
4
 Gambar 1.4 Jungkat-jungkit
         b.  Tuas Golongan Kedua
              Pada tuas golongan kedua, kedudukan beban terletak di antara titk tumpu dan kuasa. Contoh tuas golongan kedua ini di antaranya adalah gerobak beroda satu, alat pemotong kertas, dan alat pemecah kemiri, pembuka tutup botol.
3
Gambar 1.5 Letak titik tumpu, beban, dan kuasa pada gerobak roda satu
         c.  Tuas Golongan Ketiga
              Pada tuas golongan ketiga, kedudukan kuasa terletak di antara titk tumpu dan beban. Contoh tuas golongan ketiga ini adalah sekop yang biasa digunakan untuk memindahkan pasir.
2
Gambar 1.6 Sekop adalah contoh tuas golongan ketiga
         Pada Sistem Jungkat-Jungkit Sebenarnya, jungkat-jungkit ini merupakan tuas golongan pertama, yaitu: titik tumpu berada diantara lengan beban dan lengan kuasa.sedangkan tuas memiliki tiga golongan. berikut sistimnya:
  1. Apabila lengan beban lebih panjang dari lengan kuasa, makah tenaga yang dikeluarkan lebih besar.
  2. Apabila lengan beban lebih pendek dari lengan kuasa, makah tenaga yang dikeluarkan lebih kecil.
  3. Apabila lengan beban sama panjang dari lengan kuasa, makah tenaga yang dikeluarkan sama besar. Namun, antara tuas golongan pertama, dengan tuas golongan kedua dan ketiga, memiliki perbedaan pada fungsi pemakaiannya, yang sudah dijelaskan pada halaman  sebelumnya.
2.  Bidang Miring
         Bidang miring adalah permukaan rata yang menghubungkan dua tempat yang berbeda ketinggiannya. Contohnya, Dengan dibuat berkelok-kelok pengendara kendaraan bermotor lebih mudah melewati jalan yang menanjak. Orang yang memindahkan drum ke dalam bak truk dengan menggunakan papan sebagai bidang miringnya. Dengan demikian, drum berat yang besar ukurannya lebih mudah dipindahkan ke atas truk.
bidang miring
         Bidang miring memiliki keuntungan, yaitu kita dapat memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi dengan gaya yang lebih kecil. Keuntungan bidang miring bergantung pada panjang landasan bidang miring dan tingginya. Semakin kecil sudut kemiringan bidang, semakin besar keuntungan atau semakin kecil gaya kuasa yang harus dilakukan.
         Namun demikian, baidang miring juga memiliki kelemahan, yaitu jarak yang di tempuh untuk memindah-kan benda menjadi lebih jauh. Prinsip kerja bidang miring juga dapat kamu temukan pada beberapa perkakas, contohnya kampak, pisau, pahat, obeng, dan sekrup. Berbeda dengan bidang miring lainnya, pada perkakas yang bergerak adalah alatnya.
3.  Katrol
         Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Biasanya pada katrol juga terdapat tali atau rantai sebagai penghubungnya. Berdasarkan cara kerjanya, katrol merupakan jenis pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol digolongkan menjadi tiga, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan katrol majemuk.
         a.  Katrol Tetap
              Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berpindah pada saat digunakan. Katrol jenis ini biasanya dipasang pada tempat tertentu. Katrol yang digunakan pada tiang bendera dan sumur timba adalah contoh katrol tetap.
              Katrol berfungsi untuk membelokkan gaya sehingga berat beban tetap sama dengan gaya kuasanya tetapi dapat dilakukan dengan mudah. Keuntungan mekanis katrol tetap sama dengan satu. Katrol tetap digunakan untuk menimba air.
th_katroltetapbaru                          Gambar 1.8 (a) Katrol pada tiang bendera, (b) Katrol pada sumur timba
         b.  Katrol Bebas
              Berbeda dengan katrol tetap, pada katrol bebas kedudukan atau posisi katrol berubah dan tidak dipasang pada tempat tertentu. Katrol jenis ini biasanya ditempatkan di atas tali yang kedudukannya dapat berubah. Salah satu ujung tali diikat pada tempat tertentu. Jika ujung yang lainnya ditarik maka katrol akan bergerak. Katrol jenis ini bisa kita temukan pada alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.
th_katrolgerak
Gambar 1.9 Katrol Bebas
         c.  Katrol Majemuk
              Katrol majemuk merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas. Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol majemuk, beban dikaitkan pada katrol bebas. Salah satu ujung tali dikaitkan pada penampang katrol tetap. Jika ujung tali yang lainnya ditarik maka beban akan terangkat beserta bergeraknya katrol bebas ke atas.
katrol majemuk
Gambar 1.10 Katrol Majemuk
4.  Roda Berporos
         Pada zaman prasejarah, orang-orang memindahkan beban berat dengan meletakkan beban di atas batang-batang pohon. Batang-batang pohon tersebut kemudian digerakkan menggelinding. Pada perkembangan berikutnya, dibuatlah roda yang diberi poros. Roda dan poros ini dapat berputar bersama-sama. Peralatan yang menggunakan roda berpasangan biasanya dihubungkan pada poros roda. Poros roda berada pada titik temu jari-jari roda. Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan gerinda.
roda berporos
Gambar 1.11 Roda Berporos
KESIMPULAN
  • Pesawat Sederhana merupakan alat mekanik yang dapat mengubah arah atau besaran dari suatu gaya yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Pesawat sederhana dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu tuas, bidang miring, katrol, dan roda berporos.
  • Tuas atau pengungkit adalah salah satu http://id.wikipedia.org/wiki/Pesawat_sederhana”>pesawat sederhana yang digunakan untuk mengubah efek atau hasil dari suatu gaya. Contoh adalah gunting, linggis, dan http://id.wikipedia.org/wiki/Gunting_kuku”>gunting kuku
  • Bidang miring adalah permukaan rata yang menghubungkan dua tempat yang berbeda ketinggiannya, contohnya kampak, pisau, pahat, obeng, dan sekrup.
  • Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Macam-macam katrol : katrol tetap, katrol bebas, dan katrol majemuk.
  • Roda berporos merupakan roda yang di dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama Contoh alat yang menggunakan prinsip kerja roda berporos adalah setir mobil, setir kapal, roda sepeda, dan roda kendaraan bermotor.

Sumber :

http://lollytaokta00123.wordpress.com/

Saturday, May 3, 2014

Gerak

Gerak bersifat relatif :
Benda dikatakan bergerak oleh titik acuan yang dianggap diam.  Misalnya sepeda motor bergerak dengan kecepatan 30 m/s ia dikatakan bergerak oleh titik acuan yang diam misalnya pengamat.  Contoh lain penumpang di dalam bis sedang duduk di kursi sedangkan bus bergerak dengan kecepatan 50 m/s sedang pengamat di tepi jalan diam, dalam hal ini dikatakan penumpang diam terhadap bus sedang orang yang ditepi jalan itu dikatakan bergerak terhadap penumpang dengan kecepatan - 50 m/s.

Masalah sehari-hari berhubungan dengan gerak relatif :

Di gerbang pintu SMAN Ngantang sedang bergerak sepeda motor ke kanan dengan kecepatan 10 m/s,  dan juga dari arah kambal bergerak mobil dengan kecepatan 40 m/s.  Andi diam di pintu gerbang menunggu bis puspa indah.
menurut andi berapa kecepatan motor?
menurut andi berapa kecepatan mobil?
menurut sepeda motor berapa kecepatan mobil?
menurut mobil berapa kecepatan sepeda motor?


Berdasarkan Lintasannya gerak dibagi menjadi ;
1. Gerak lurus
2. Gerak melingkar
3. Gerak parabola
4. Gerak acak

Berdasarkan kecepatanya gerak dibagi menjadi :
1. Gerak dengan kecepatan tetap setiap saat
2. Gerak dengan kecepatan berubah beraturan setiap saat
3. Gerak dengan kecepatan berubah tidak beraturan

Berdasarkan posisi benda yang bergerak pada bidang kartesius gerak dibagi menjadi
1. Gerak arah sumbu x, misalnya Gerak lurus beraturan arah horisontal (GLB), GLBB arah horisontal
2. Gerak arah sumbu y, misalnya gerak jatuh bebas (GJB), gerak vertikal ke atas (GVA), gerak vertika ke bawah
3. Gerak perpaduan arah sumbu x dan y, misalnya Gerak Parabola, Gerak Melingkar.

Perhatikan animasi berikut ini :


yang pertama bola menuruni bidang miring, Gerak Lurus Berubah Beraturan dipercepat (a = + ) Vo = 0
yang kedua bola mendatar arah positif ada perlambatan arah percepatan berlawanan dengan arah kecepatan

yang ketiga adalah gerak melingkar arah percepatan menuju pusat lingkaran dan arah kecepatan Tegak Lurus arah percepatan
yang keempat Gerak Berubah Beraturan deperlambat ( a = - ) dan Vo tidak nol, tapi kecepatan akhir = 0

GERAK LURUS BERATURAN.

Gerak dengan lintasan berupa garis lurus dimana kecepatan benda selalu tetap setiap saat dan nilai percepatannya nol.  Perhatikan animasi dari http://www.physicsclassroom.com/mmedia/kinema/cpv.cfm berikut ini.


Tanda plus menunjukkan posisi awal, jarak titik ke titik berikutnya menunjukkan perubahan posisi per waktu.
gravik kiri (s-t),  grafik tengah (v-t) sedangkan grafik kanan ( a-t) dimana a = nol atau tidak mempunyai percepatan.
Dalam hal gerak lurus maka besarnya perpindahan sama dengan Jarak tempuh dan besar kecepatan sama dengan kelajuannya sehingga diperoleh rumusan :


GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN.

Yaitu gerak dengan lintasan berupa garis lurus, dan kecepatannya selalu berubah secara beraturan setiap waktunya.  Perubahan kecepatan tiap satuan waktu inilah yang dimaksud dengan percepatan.  Percepatan dapat bernilai positif atau pun negatif. Perhatikan animasi gif berikut ini (http://www.physicsclassroom.com/mmedia/kinema/pvpa.cfm) :



Tanda plus menunjukkan posisi awal benda,  jarak tiap titik menununjukkan delta S atau perubahan posisi benda setiap waktu (terlihat tiap waktu bertambah mengikuti grafik fungsi kwadrat).
Grafik kiri (s-t) berupa fungsi kwadratik yaitu berupa kurva, grafik tengah (v-t) berupa fungsi linier menunjukkan bahwa kecepatan selalu berubah dan grafik kanan (a-t) menunjukkan nilai percepatan konstan (tidak sama dengan nol)

Bandingkan dan pelajari perbedaan animasi dan grafik dari GLBB dan GLB.  Sehingga pada GLBB terdapat besaran fisika yang baru yaitu percepatan.  Perumusannya :

.vt  =  kecepatan akhir atau kecepatan saat t tertentu
.vo =  kecepatan awal
  a  =  percepatan
  t   =  waktu
  s  =  jarak tempuh
Di bangku SMP kalian tentunya sudah mengenal gradien atau kemiringan grafik fungsi yang bisa diungkap dengan persamaan : (y-y1) = m(x-x1) dengan m sebagai kemiringan.  Nah di pelajaran fisika kali ini bisa dituliskan sebagai : (v-vo) = a (t-to),  yaitu pada grafik v-t, kemiringan atau gradiennya adalah nilai percepatan itu sendiri. atau lebih di kenal dengan persamaan :

SOAL-SOAL YANG DISELESAIKAN
1. Sebuah mobil menempuh lintasan lurus dengan kecepatan tetap. Jika jarak tempuh 120 meter ditempuhdalam waktu 30 detik, berapa kelajuan mobil tersebut?
2. Mobil sedan bergerak lurus dengan kecepatan tetap 2 m/s. Berapa perpindahan yang ditempuh sedan tersebut dalam waktu 5 detik?
3. Mobil sedan bergerak lurus dengan kecepatan tetap 72 km/jam. Berapa perpindahan yang ditempuh sedan tersebut dalam waktu 30 detik ?
4. Mobil A bergerak dengan kelajuan tetap 20 m/s, sedangkan mobil B juga bergerak dengan kelajuan tetap 15 m/s. Jika titik acuan awal kedua mobil sama berapakah jarak mobil A dengan mobil B setelah bergerak selama 5 menit?
5. Benda mula mula diam, dua detik kemudian kecepatannya menjadi 12 m/s. Hitung percepatan yang dialami benda. (gambarkan model mobil dengan besaran besaran fisikanya)
6. Benda mula-mula bergerak dengan kecepatan 12 m/s karena suatu hal tiga detik kemudian benda berhenti. Hitung percepatan yang dialami benda. (gambarkan model awal dan akhirnya)
7. Benda mula-mula bergerak dengan kecepatan 10 m/s karena diperlambat kecepatannya turun menjadi 2 m/s dalam waktu 4 detik. Hitunglah a. percepatan benda, b, jarak yang ditempuh selama 4 detik tersebut.
8. Balok mula-mula bergerak di atas bidang mendatar yang licin dengan kecepatan 2 m/s, balok di dorong sehingga mengalami percepatan 3 m/s2. A. Hitung kecepatan balok 4 detik setelah didorong. B. Hitung jarak tempuh 4 detik setelah balok di dorong.
9. Kecepatan sepeda mula-mula 36 km/jam. Karena mengalami pengereman selama 2 detik kecepatannya turun menjadi 18 km/jam. Berapa besar dan arah percepatan sepeda? Nyatakan dalam m/s2.
10. Hitung perpindahan yang ditempuh selama pengereman dari soal nomer 9 di atas.
11. Berapakah kecepatan dari benda yang bergerak, dari grafik di bawah ini?
12. Berapakah kecepatan dari benda yang bergerak, dari grafik di bawah ini?

13.  Berapakah kecepatan awal dan berapakah percepatan dari gerak benda yang ditampilkan pada grafik kecepatan vs waktu berikut ini?
14.   Dari soal no 13 tsb berapa perpindahan yang ditempuh benda dari awal hingga detik ke empat?
15.  Sebuah kendaraan yang bergerak dengan kelajuan 25 m/s direm sehingga memperoleh perlambatan tetap 2 m/s2.    Berapakah kelajuannya setelah kendaaraan menempuh jarak 150 meter?
16.  Mobil mula-mula bergerak dengan kecepatan tetap 10 m/s. kemudian direm sehigga mengalami perlambatan tetap 2 m/s2.  Berapa jarak tempuh mobil dari pengereman hingga berhenti?
(perlambatan adalah percepatan dengan nilai negatif, secara vektor dikatakan arah percepatan berlawanan dengan arah kecepatan) saat melihat animasi perhatikan arah percepatan dan kecepatannya.

Friday, March 28, 2014

Perubahan Zat



      A.    Sifat Zat
1.      Sifat – Sifat Fisika
     Ciri suatu materi yang dapat diamati tanpa merubah zat – zat yang menyusun materi dinamakan sifat fisika. Sifat – sifat yang tergolong sifat fisika sebagai berikut.
a.      Wujud Materi
     Gambaran dari suatu materi diperlukan untuk mengetahui wujud suatu materi. Berdasarkan wujudnya kita dapat mengetahui bentuk suatu materi.
b.      Ukuran Partikel
     Ciri – ciri fisik suatu benda juga ditentukan oleh ukurannya yaitu besar kecilnya atau berat ringannya suatu benda. Berdasarkan kecilnya suatu benda berkaitan dengan volume benda. Sedangkan berat ringannya suatu bendaberhubungan dengan massa benda & gravitasi bumi. Ukuran lain yang menentukan ciri fisik suatu benda adalah kerapatan.
c.      Titik Didih & Titik Cair
     Suhu dimana zat padat berubah menjadi cair dinamakan titik cair. Sedangkan suhu dimana zat cair berubah menjadi zat gas dinamakan titik didih.
d.      Warna
     Warna yang dimiliki suatu benda merupakan coro tersendiri yang membedakan antara zat satu dengan zat lain. Sifat fisika yang berupa warna berhubungan dengan pemantulan cahaya matahari.
e.      Kelarutan
     Kelarutan suatu zat berhubungan dengan kemampuan suatu zat untuk melarut dalam suatu pelarut.
f.       Daya Hantar
     Daya hantar berhubungan dengan kemampuan suatu zat untuk menghantarkan panas atau arus listrik.
g.      Kemagnetan
     Kemagnetan berhubungan dengan kemampuan zat untuk dipengaruhi oleh suatu medan magnet.
2.      Sifat – Sifat Kimia
     Sifat kimia adalah ciri – ciri suatu zat yang menyatakan apakah zat tersebut dapat mengalami perubahan kimia tertentu.


Logam dan Udara
     Besi dapat berkarat karena bereaksi dengan oksigen yang ada di udara. Karat besi merupakan senyawa oksida besi. Aluminium dapat bereaksi dengan oksigen yang ada diudara membentuk aluminium oksida. Sifat – sifat yang digunakan untuk mengelompokkan sifat kimia diantaranya :
a)     Mudah tidaknya suatu zat terbakar
b)     Kestabilan : Mudah tidaknya suatu zat terurai oleh pengaruh panas
c)     Kereaktifan : Mudaj tidaknya suatu zat untuk bereaksi dengan zat lain
d)     Perkaratan : Mudah tidaknya suatu zat membentuk karat
e)     Beracun : terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia bercun seperti insektisida, pestisida, fungisida, herbisida dan rodentisida.
        B.     Perubahan Zat
1.      Perubahan Fisika
     Perubahan ukuran, bentuk atau keadaan zat disebut perubahan fisika. Perubahan fisika tidak mengubah identitas zat dalam materi. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menyebabkan terbentuknya zat yang jenisnya baru. Perubahan fisika dapat diidentifikasi dengan hal – hal berikut.
a.      Perubahan Wujud
     Materi atau zat dapat berwujud padat, cair maupun gas, bergantung pada sifat alamiah dan faktor – faktor yang mempengaruhinya.
b.      Perubahan Bentuk
     Materi dapat diubah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain tanpa mengubah wujudnya
c.      Perubahan Fisika Pada Proses Pelarutan
     Pada perubahan ini zat padat dapat berubah menjadi larutan atau sebaliknya larutan dapat berubah menjadi zat padat, tanpa mengubah sifat fisika yang dimiliki zat tersebut
d.      Perubahan Fisika karena Proses Aliran Arus Listrik
     Pada perubahan ini materi hanya bertindak sebagi penghantar dan energi yang dialirkan diubah menjadi bentuk lain
2.      Perubahan kimia
     Perubahan suatu zat dalam suatu materi menjadi zat yang berbeda atau baru disebut perubahan kimia. Perubahan kimia pada umumnya disertai dengan gejala – gejala yang dapat diamati antara lain :
a)     Terjadinya perubahan warna
b)     Terbentuknya gas yang kadang disertai bau yang khas
c)     Terbentuknya endapan
d)     Terjadinya perubahan suhu

Besi yang dibiarkan diudara, besi dan oksigen yang ada diudara akan bereaksi membentuk zat yang baru yaitu karat. Proses perubahan kimia dapat digolongkan menjadi proses fotosintesis, proses pembakaran, proses pengkaratan, proses peragian (fermentasi) dan proses pembusukan.

Tabel Beberapa Pengamatan Perubahan Materi

Perubahan Fisika
Perubahan Kimia
1.      Pembakaran Logam Nikel
Kawat nikel dibakar pada nyala api alat pembakaran Bunsen. Nikel terbakar membara. Ketika di dinginkan, logam itu kembali pada wujud semula.
1.      Pembakaran logam magnesium
Pita magnesium di bakar pada nyala Bunsen. Magnesium terbakar dengan menimbulkan cahaya terang, dan menghasilkan abu berwarna putih.
2.      Pelarutan garam dapur
Sesendok garam dapur dimasukan ke dalam air suling pada gelas kimia, dan diaduk sampai larut. Jika larutan ini dipanaskan sampai semua air menguap maka garam dapur diperoleh kembali.
2.      Pelarutan logam natrium
Dengan menggunakan tang, sekeping natrium dimasukan secara hati hatipada permukaan air suling di gelas kimia. Natrium larut disertai sedikit ledakan. Jika air diuapkan, kita memperoleh zat padat putih. Zat ini juga larut dalam air, tetapi tidak menimbulkan ledakan.
3.      Pemanasan secara lemah
Panaskan belerang dalam tabung reaksi dengan api yang lemah (nyala kuning). Tabung digoyangkan terus-menerus. Setelah belerang meleleh, pemanasan dihentikan. Ketika didinginkan, belerang menjadi padat kembali seperti semula.
3.      Pemanasan secara kuat
Panaskan belarang dalam sendok porselin dengan api yang kuat (nyala biru). Belerang meleleh, dan lamban lun jumlahnya berkurang. Akhirnya sendok itu kosong dan timbul gas yang berbau seperti bau korek api yang terbakar.

3.      Kekekalan Massa
     Massa zat sebelum perubahan kimia sama dengan massa zat setelah perubahan tersebut, yang kemudian dikenal dengan hukum kekekalam massa.
4.      Penggunaan Perubahan Fisika & Kimia dalam Industri dan Kehidupan Sehari – hari.
a.      Penggunaan Perubahan Fisika :
1)     Pembuatan es mulai dari es batu, es lilin, samapi es krim dengan teknik pembekuan
2)     Penggunaan pewangi ruangan dan pewangi pakaian dari kamper berdasarkan sifat menyublim
b.      Penggunaan Perubahan Kimia :
1)     Pengolahan makanan seperti, pembuatan tape, pembuatan minuman dari sari – sari buah – buahan, pembuatan tempe & oncom dengan proses peragian
2)     Pencegahan perubahan yang tidak diinginkan
3)     Mengatasi limbah
4)     Pengolahan sumber energi

      C.    Pemisahan Campuran
            Cara – cara pemisahan campuran dapat dilakukan dengan menggunakan dasar perbedaan sifat fisika, seperti perbedaan ukuran, titik didih, titik lebur, kelarutan dan lain sebagainya. Pemisahan campuran dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1.      Penyaringan ( Filtrasi )
            Penyaringan adalah pemisahan campuran didasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat – zat penyusun campuran. Zat atau partikel yang tertinggal pada penyaring disebut residu (ampas). Zat atau partikel yang dapat menenmbus penyaring disebut filtrat (hasil saringan).
2.      Penyulingan ( Destilasi )
            Pemisahan campuran dengan destilasi didasarkan pada perbedaan titik didih. Pemisahan dengan cara destilasi juga dapat digunakan untuk memperoleh air murni dari larutan dengan zat terlarut didalamnya.
3.      Pengkristalan ( Kristalisasi )
            Pengkristalan adalah pemisahan campuran zat padat dari larutan campurannya, dengan cara menguapkan pelarutnya sehingga campuran tersebut menjadi kental lewat jenuh kemudian membentuk kristal.
4.      Sublimasi
            Sublimasi adalah pemisahan campuran berdasarkan perubahan wujud zat dari zat padat menjadi gas atau sebaliknya.
5.      Kromatografi
            Kromatografi adalah cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan pelarut pada suatu lapisan tertentu. Komponen – komponen yang akan dipisahkan & didistribusikan melalui 2 fase yaitu fase stationer ( tetap) dan fase mobil ( fase bergerak). Fase stationer cenderung menahan, sedangkan fase mobil cenderung menghanyutkan.

      D.    Reaksi Kimia
            Perubahan kimia salah satunya juga terjadi dalam sel – sel tubuh manusia yaitu pernapasan.
1.      Menulis Persamaan Reaksi
            Persamaan reaksi adalah persamaan yang menyatakan perubahan materi dalam suatu reaksi kimia, menggunakan rumus kimia dan lambang – lambang lain. Beberapa lambang yang digunakan pada persamaan reksi anatara lain :
-         →  (menghasilkan)
-         +  (ditambah)
-         (s) padatan (s = solid)
-         (g)  (gas)
-         (l) cairan (l = liquid)
-         (aq) terlarut dalam air (aq = aquous)
            Zat – zat yang berada disebelah kiri tanda panah adalah pereaksi (reaktan), dan zat – zat yang berada disebelah kanan tanda panah adalah hasil reaksi (produk).

2.      Kesetaraan Persamaan Reaksi Kimia
            Reaksi kimia antara gas hidrogen dan gas oksigen membentuk air. Persamaan rekasinya :
H2 + O2 → H2 O (Belum setara). Untuk menyamakan jumlah atom oksigen, tambahkan angka koefisien 2 didepan rumus kimia H2 O, sehingga => H2 + O2 → 2H2 O (Belum setara). Agar jumlah atom hidrogen menjadi sama, tambahkan angka koefisien 2 didepan rumus kimia H2, kini menjadi => 2H2 + O2 → 2H2 O (Setara).

      E.     Jenis – Jenis Reaksi Kimia
1.      Reaksi Penggabungan
Dalam reaksi penggabungan, dua atau lebih zat tergabung membentuk zat lain. Rumus umum reaksi kimia jenis ini adalah :
A + B → AB
2.      Reaksi Penguraian
Kebalikan dari reaksi penggabungan adalah reaksi penguraian. Dalam reaksi penguraian, suatu zat terpecah atau terurai menjadi dua atom atau lebih zat yang lebih sederhana. Rumus umum reaksi janis ini adalah : AB → A + B
Sebagian besar reaksi penguraian membutuhkan kalor, cahaya / listrik.
3.   Reaksi Penggantian
Reaksi penggantian tunggal terjadi apabila satu unsur menggantikan unsur lain dalam satu senyawa. Terdapat dua persamaan umum untuk reaksi janis ini :
-         Persamaan I => A menggantikan B => A + BC → AC + B
-         Persamaan II => D menggantikan C => D + BC → BD + C

Reaksi penggantian rangkap terjadi apabila endapan, air atau gas terbentuk ketika dua senyawa dalam larutan dicampur. Rumus umum untuk reaksi jenis ini adalah : AB + CD → AD + CB

       F.     Ciri – ciri Reaksi Kimia
1.      Reaksi Kimia Menghasilkan Endapan
      Salah satu contoh reaksi kimia yang menghasilkan endapan adalah reaksi antara perak nitrat dan natrium klorida.
2.      Reaksi Kimia Menghasilkan perubahan Warna
      Reaksi antara larutan timbal ( II ) nitrat Pb (No)3 (aq) dengan larutan kalium iodida 2KL(aq)­ selain menghasilkan endapan juga menghasilkan zat baru dengan warna yang berbeda dengan warna zat asalanya.
3.      Reaksi Kimia Menghasilkan Gas
      Conroh reaksi kimia yang ditandai dengan terbentuknya gas adalah ketika karbit dicampur dengan air, akan menghasilkan gas karbit.
4.      Reaksi Kimia Menghasilkan Perubahan Suhu
      Suatu reaksi kimia yang menghasilkan energi dinamakan reaksi eksoterm. Salah satu contoh reaksi eksoterm adalah reaksi pembakaran.