Tuesday, April 29, 2014

Merefleksikan Isi Puisi

DEFINISI 
 
       Merefleksi adalah mencerminkan kata atau ucapan seseorang. Merefleksi isi puisi ialah mencerminkan kata-kata yang terdapat dalam puisi. Dapat diartikan pula memahami makna puisi
 
      Merefleksikan puisi berarti mengungkapkan isi puisi kedalam bentuk prosa.
Makna atau isi puisi seringkali disampaikan secara tersirat dan bukan secara terang-terangan. Terkadang seorang penyair menggunakan kata-kata simbolik atau ungkapan tertentu dalam menyampaikan isi atau pesan suatu puisi. Hal ini membuat puisi terkadang sulit untuk dipahami. 
      Akan tetapi, hal tersebut juga menjadikan puisi lebih indah. Bagi pecinta puisi, keindahan kata-kata dalam puisi dapat memunculkan perasaan atau emosi tertentu. Namun, puisi tidak harus selalu menggunakan kata-kata yang berbelit-belit. 
 
     Dalam memahami makna puisi diperlukan kejelian dan kecermatan dalam membaca kata-kata dalam puisi. Bahasa yang digunakan seringkali berbeda dengan bahasa sehari-hari dengan pemilihan kata yang tepat, tersusun indah serta bermakna kuat. 
 
   A.      CITRAAN PUISI
 
Citraan adalah cara membentuk citra mental pribadi (penyair), atau gambaran sesuatu. Setiap gambaran itu disebut citra atau imaji.
Citraan itu bermacam-macam, dihasilkan oleh indra penglihatan, pendengaran, perabaan, pencecapan, dan penciuman. Dapat juga diciptakan oleh pemikiran dan gerakan.
Di bawah ini disertakan beberapa contoh citraan,
...............................................................
Angin berhembus bertahun-tahun
Daun berbisik rasa kesukaan
Bulan perlahan-lahan
Menuju maghrib peraduan
                      (Y.E.Tatengkeng)
Di dalam puisi di atas terdapat citra perasa terdapat pada larik pertama “berhembus”, pada larik kedua terdapat citra pendengaran “daun berbisik”, pada larik ketiga dan keempat terdapat citra penglihatan.

   B.      Membubuhkan tanda baca, kata, frasa, dan klausa di antara kata dengan kata, larik dengan larik, dan bait dengan bait.
   C.      Menentukan makna denotasi dan konotasi

Contoh merefleksi puisi yang dikutip dari Buku BSE:

Refleksi (Gambaran) Isi Puisi Melalui puisi "Kepada Koruptor", tersebut penyair ingin mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi rakyat Indonesia yang menderita akibatulah para koruptor yang memakan uang rakyat. Penderitaan tersebut dapat
dilihat dari air mata para bocah di lampu merah, jeritan kelaparan mereka, keinginan untuk melanjutkan sekolah, dan orang-orang miskin yang memenuhi negeri ini. Penyair juga memohon pada koruptor agar jangan memakan uang rakyat.


Penyair berdoa kepada Tuhannya.  Ya Tuhan, berilah
kiranya  semua yang terbaik bagiku. Berilah tanah yang
berlumpur dan kerbau pilihan serta biji padi yang manis. Ya Tuhan, berilah kiranya semua yang terbaik, air mengalir dan hujan menyerbu tanah air. Ya Tuhan, bila masanya nanti buahnya kupetik, ranumnya kupetik, rahmat-Mu segera kuraih.

Mendengarkan Pembacaan Puisi dan Menanggapinya



            Salah satu bagian karya sastra berbentuk untaian kata-kata yang setiap katanya memiliki kandungan makna yang kaya adalah puisi. Puisi akan lebih menarik jika dibacakan dengan cara deklamasi. Hal menarik dalam pembacaan sebuah puisi melibatkan beberapa unsur; di antaranya irama,mimik,kinesik,volume suara,ekspresi,serta penghayatan isi puisi yang di bacakan.
            Pada dasarnya, puisi merupakan karya sastra untuk didengarkan. Puisi memiliki bunyi, irama, persajakan, bentuk kata, dan kalimat yang menarik. Oleh karena itu, membaca puisi harus dengan lafal, intonasi, dan nada suara yang tepat.

                   Faktor-faktor yang harus diperhatikan saat membaca puisi (termasuk ketika menanggapi cara pembacaan temanmu nanti):
l. Suara (Vokal)

            Pembaca puisi hendaknya menyampaikan keindahan puisi dengan suara (vokal) yang baik. Hal-hal yang berkaitan dengan suara (vokal) adalah:

a. Artikulasi

            Pembaca puisi hendaknya mampu mengucapkan setiap kata dari puisi tersebut dengan jelas, baik bunyi vokal maupun konsonan.

b.Intonasi

            Puisi akan terkesan menarik jika dibacakan dengan memperhatikan variasi lagu kalimat yang dibawakan secara wajar.


       2. Kinesik

            Kinesik adalah ilmu yang mempelajari isyarat yang menggunakan berbagai bagian tubuh. Yang termasuk kinesik adalah ekpresi dan gesture (gerak tubuh).

a. Ekspresi

            Disebut juga mimik (raut muka) adalah pandangan air muka yang memperlihatkan perasaan seseorang. Mimik harus muncul dengan sendirinya sesuai dengan jiwa puisi.

b. Gesture(gerakan tubuh)

            Termasuk di dalamnya adalah sikap tubuh, gerakan jari-jemari, tangan, lengan, pundak, goyangan pinggul, dan gelengan kepala. Gerakan tubuh dapat menghidupkan sebuah puisi yang dibacakan asalkan tidak berlebihan.

            Yang perlu diingat, sebelum kamu membacakan sebuah puisi, pahamilah baik-baik isi puisi tersebut. Dengan memahami apa isi puisi itu, kamu akan gampang mengekspresikan diri, baik intonasi maupun kinesik. Jangan sampai, puisi yang bercerita sedih kamu bawakan sambil tertawa-tawa.

Hal-hal yang bisa kamu peroleh ketika mendengar puisi:
1.      Kamu dapat mengembangkan dan mempertajam rasa keindahan dalam dirimu.
2.      Kamu bisa mengembangkan sikap berempati dan bersimpati terhadap orang lain.
3.      Kamu dapat memperluaspyengetahuan dan pengalaman.
4.      Kamu bisa merefleksikan pembacaan puisi dalam berbagai bentuk,seperti tanggapan,tulisan diskusi,dan pernyataan.

RURA BASA



Rura basa asalae saka tembung rura lan basa.
Rura tegese rusak.
            Dadi rura basa tegese basa sung rusak, basa sing salah, nanging malah wis kaprah. Dadi sejatine rura asa iku basa sing salah, nanging wis dianggap lumrah, yen dibenerake malah salah / ora lumrah.
Tuladhane :
             a.      Nggodhog wedang, benere nggodhog banyu supaya dadi wedang.
             b.      Nguleg sambel, benere ngulek lombok, uyah, lan trasi digawe sambel.
             c.      Negor gedhang, benere negor wit gedang.

Wacan ing ngisor iki sing kalebu Rura Basa iku sing di garis bawahi lan diwarna abang. !!
           
            Dina Minggu ing umah ku rame banget. Mas lan mbak saka Surabaya padha teka kabeh. Mulane ibu adang sega lan nggodhog wedang rada akeh. Amarga ibu arep kelan lhodeh lan netel jadah. Mas Iwan di utus ibu menek klapa. Banjur Mbak Wati ngrewangi ibu ngulek sambel lan ngirisi dhendheng.
            Aku seneng banget amarga ing omahku rame, ora sepi kaya biasane. Aku ora nulungi ibu masak amarga diutus njaga ponakan ku sing isih cilik. Aku dolanan ing mburi omah, ndelok tanggaku Mbah Pariyo sing lagi nglinthing rokok mbarengi Mbah Sanah sing lagi ngernam klasa.

Friday, April 25, 2014

Membaca Memindai tabel / Diagram

Membaca memindai (scanning) atau membaca sepintas kilas cocok digunakan untuk mencari data dengan cepat pada grafik, tabel, buku telepon, daftar isi buku, kamus, dan sejenisnya. Tehnik memindai dilakukan dengan cara menyapu halaman secara merata, kemudian ketika sampai pada bagian yang dibutuhkan maka mata berhenti.
 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, grafik adalah lukisan atau gambaran pasang susutnya suatu keadaan dengan garis atau gambar yang menerangkan naik turunya suatu hasil, statistik, dan sebagainya. Adapun Tabel adalah daftar ringkasan fakta atau imformasi berupa nama atau bilangan yang disusun urut kebawah dengan garis pembatas sehingga mudah dipahami.

Grafik dan Table sering digunakan untuk menyajikan data berupa angka sebab lebih ringkas dan lebih mudah dipahami. Jika kamu ingin memahami isi table atau grafik, perhatikanlah hal-hal berikut ini.
 
1.  Judul  :  Melalui judul dapat diperkirakan isi atau data yang akan diungkapkan. 
2.  Satuan  :  Jenis satuan yang digunakan, biasanya jiwa, buah, dalam ribuaan/jutaan, ekor, dan sebagainya
3.  Isian Kolom  :  kolom-kolom yang berisi rincian data. Analisis terhadap isian kolom sangat penting untuk pembuatan kesimpulan. 
4.  Sumber  :  Sumber tabel, grafik, atau diagram sangat menentukan tingkat validitas data

Pengertian dan Tata cara Wawancara

WAWANCARA
  A. Pengertian Wawancara
wawancara adalah tanya jawab antara dua pihak yaitu pewawancara dan narasumber untuk memperoleh data, keterangan atau pendapat tentang suatu hal.
*Pewawancara adalah orang yang mengajukan pertanyaan. *Narasumber adalah orang yang memberikan jawaban atau pendapat atas pertanyaan pewawancara. Narasumber juga biasa disebut dengan informan. *Orang yang bisa dijadikan sebagai narasumber adalah orang yang ahli di bidang yang berkaitan dengan imformasi yang kita cari. B. Jenis-jenis wawancara
1). Wawancara serta merta
Wawancara serta merta adalah wawancara yang dilakkan dalam situasi yang alamiah. Prosesnya terjadi seperti obrolan biasa tampa pertanyaan panduan.
2). Wawancara dengan petunjuk umum
Wawancara dengan petunjuk umum adalah wawancara dengan berpedoman pada pokok-pokok atau kerangka permasalahan yang sudah dibuat terlebih dahulu.
3). wawancara berdasarkan pertanyaan yang sudah dibakukan. dalam hal ini pewawancara mengajukan pertanyaan berdasarkan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan atau dibakukan.
C. Tahap Tahap Wawancara
1). Tahap Persiapan
a. Menentukan maksud atau tujuan wawancara (topik wawancara).
b. Menentukan informasi yang akan di kumpulkan atau didata.
c. Menentukan dan menghubungi nara sumber.
d. Menyusun daftar pertanyaan.
2). Tahap Pelaksanaan
a. Mengucap salam
b. Memperkenalkan diri.
c. Mengutarakan maksud dan tujuan wawancara.
d. Menyampaikan pertanyaan dengan teratur.
e. Mencatat dan merekam pokok-pokok wawancara.
f. Mengahiri dengan salam dan meminta kesediaan narasumber untuk dapat dihubungi kembali jika ada yang perlu dikomfirmasi atau dilengkapi.
3). Tahap Penyusunan Hasil Wawancara. laporan wawancara terdiri dari bagian bagian sebagai berikut.
a. Tema atau topik wawancara.
b. Tujuan atau maksud dari wawancara.
c. Identitas narasumber.
d. Ringkasan isi wawancara.Isi wawancara dapat ditulis dalam bentuk dialog atau dalam bentuk narasi.
C. Beberapa Hal Yang Harus Dihindari Ketika Proses Wawancara Berlangsung
a. Menyampaikan pertanyaan yang sudah umum atau pasti jawabannya.
b. Menanyakan pertanyaan yang inti jawabannya sama dengan pertanyaan sebelumnya.
c. Meminta narasumber untuk mengulang-ulang jawabannya.
d. Memotong pembicaraan narasumber.
e. Bersikap lebih pandai dari narasumber.
D. Contoh Laporan Hasil Wawancara
Contoh Wawancara
Pewawancara:
"Selamat siang Pak! Apakah kita bisa memulai wawancaranya sekarang?"
Narasumber (kepsek):
"Oh, ya. Silahkan!"
Pewawancara:
"Jadi, untuk Bapak maklumi, tujuan wawancara ini adalah untuk mengetahui kesiapan dari para siswa maupun guru dalam pelaksanaan ujian kali ini"
Narasumber:
"Silahkan teruskan"
Pewawancara:
"Sejauh ini, apa saja yang sudah dipersiapkan untuk menyambut ujian yang sebentar lagi akan dilaksanakan?"
Narasumber:
"Persiapan yang kami lakukan adalah memberikan les-les tambahan atau pengayaan dan mengurangi bahkan menghentikan beberapa kegiatan ekstrakulikuler untuk sementara."
Pewawancara:
"Menurut pantauan Bapak, bagaimana tentang kesiapan dari siswa?"
Narasumber:
"Saya rasa para siswa sudah cukup siap."
Pewawancara:
"Baiklah Pak! Saya rasa imformasi yang saya butuhkan sudah cukup. Terimakasih atas waktu dan kesediaan Bapak. Selamat siang."
Narasumber:
"Sama-sama. Selamat siang."

Contoh Laporan Wawancara.
Tema: Persiapan ukian.
Tujuan: Mengetahui kesiapan para guru dan siswa dalam pelaksanaan ujian.
Narasumber: Kepala sekolah.
Waktu: 25 Mei 2012.
Tempat: Ruang kepala sekolah.
Siang itu Kepala Sekolah sudah menunggu saat saya tiba di ruangannya. Saya pun langsung memulai wawancara.
Dalam wawancara itu, saya menanyakan tentang kesiapan para guru dan siswa dalam menyambut ujian. Menurut Kepala Sekolah, para siswa cukup siap dalam menyambut ujian. Kepala Sekolah juga menyatakan bahwa beliau mengurangi bahkan menghentikan beberapa kegiatan ekstrakurikuler agar para siswa dapt mengikuti les dan pengayaan dengan maksimal.

Menulis Pesan Singkat atau MEMO

Memo adalah surat singkat yang digunakan untuk
menyampaikan pesan tertentu. Memo biasa digunakan dalam keadaan tergesa-gesa, waktu terbatas, mendesak, ataupun menyampaikan pesan kepada seseorang akan tetapi orang tersebut tidak ada ditempatnya. Isi memo singkat tetapi mudah untuk dipahami dan langsung pada maksudnya. Untuk jenisnya, memo dibagi menjadi dua yaitu memo resmi dan memo tidak resmi. 

Bagian-bagian memo resmi:




Keterangan:
1.  Kop/Kepala Memo
  1.A  Nama Instansi
  1.B  Tulisan Memo
  1.C  Titimangsa Memo
  1.D  Pembuat Memo
  1.E  Penerima Memo
2.  Isi Memo/Badan Memo
3.  Kaki Memo
  3.A  Tertanda (bisa berupa tanda tangan, paraf, cap jempol, dan semacamnya)
  3.B  Nama Pembuat Memo


Bagian-bagian Memo Tidak Resmi:
Memo tidak resmi tidak terlalu memiliki banyak aturan yang terpenting hanyalah didalamnya harus berisi:
1. Pembuat Memo
2. Penerima Memo
3. Isi Memo
4. Tanggal


Memo tidak resmi dapat divariasikan sesuka hati asalkan tetap mengandung bagian-bagiannya dan dapat mudah dipahami.
Contoh:

Pengertian, Ciri -ciri, dan Unsur CERPEN

Kerangka cerpen :
1. Pengertian
2. Ciri-ciri
3. Unsur intrinsik dan penjelasannya

Jawab :
1. Pengertian
      Cerpen merupakan karangan fiktif yang berisi sebagian kehidupan seseorang atau kehidupan yang diceritakan secara ringkas yang berfokus pada suatu tokoh.
2. Ciri-ciri
a.       Bersifat fiktif
b.      Panjang cerpen kurangdari 10.000 kata
c.       Habis dibaca dalam sekali duduk
d.      Memiliki kesan tunggal (aspek kehidupan)
e.      Bersifat padu,padat dan intensif
f.        Terdapat konflik tetapi tidak sampai menimbilkan perubahan nasib pelaku utama
g.       Hanya terdapat satu alur saja
h.      Perwatakan/penokohan dilukiskan secara singkat
3. Unsur intrinsik dan penjelasan
1)      Alur
Rangkaian peristiwa yang membentuk sebuah cerita
Bagian-bagian alur:
a.       Tahap penyituasian atau pengantar/pengenalan
Tahap pembukaan cerita atau pemberian informasi awal, terutama berfungsi untuk melandasi cerita yang dikisahkan pada tahap berikutnya.
b.      Tahap pemunculan konflik
Tahap awal munculnya konflik. Konflik dapat berkembang pada tahap berikutnya . Peristiwa-peristiwa yang menjadi inti cerita semakin mencengangkan dan menegangan.
c.       Tahap klimaks
Konflik-konflik yang terjadi atau ditimpakan kepada para tokoh cerita mencapai titik intensitas puncak yang biasanya di alami oleh tokoh-tokoh utama.
d.      Tahap peleraian
Penyelesaian pada klimaks , ketegangan di kendurkan , konflik-konflik tambahan di beri jalan keluar, kemudian cerita di akhiri, disesuaikan dengan tahap akhir di atas.
e.      Tahap penyelesaian
Konflik sdah diatasi/diselesaikan oleh tokoh. Cerita dapatdi akhiri dengan gembira ata sedih.
2. Tokoh
Tokoh adalah pelaku pada sebuah cerita. Tiap-tiap tokoh biasanya memiliki watak , sikap, sifat dan kondisi fisik yang disebut dengan perwatakan/karakter. Dalam cerita terdapat tokoh protagonis (tokoh utama), antagonis (lawan tokoh protagonis) dan tokoh figuran / tokoh pendukung cerita.

3. Penokohan (perwatakan/karakterisasi)
Pemberian sifat pada pelaku-pelaku cerita. Sifat yang diberikan akan tercermin pada pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu.
2 metode yang digunakan:
a.       Metode analitik
Metode penokohan yang memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, misal, pemarah, penakut, sombong, pemalu, keras kepala.
b.      Metode dramatik
Metode penokohan yang tidak langsung memaparkan atau menggambarkan sifat tokoh melalui:
1.       Penggambaran fisik (berpakaian, postur tubuh, bentuk rambut, warna kulit)
2.       Penggambaran melalui cakapan yang dilakukan tokoh lain
3.       Teknik reaksi tokoh lain yang berupa pandangan, pendapat, sikap, komentar.


4. Latar
Latar merupakan keterangan yang menyebutkan waktu, ruang dan suasana terjadinya peristiwa pada sebuah karya sastra
Jenis-jenis latar :
a.       Latar waktu
ü  Keterangan tentang kapan peristiwa itu terjadi . Misal, pagi,siang, sore, malam.
b.      Latar tempat
ü  Keterangan tempat peristiwa itu terjadi. Misal di rumah, di sekolah.
c.       Latar suasana
ü  Latar suasana menggambarkan peristiwa yang terjadi. Misal, gembira, sedih romantis.

5. Sudut pandang
Posisi pengarang pada sebuah cerita . Terdiri :
a.       Sudut pandang orang pertama
Menggunakan kata ganti “aku” sebagai pelaku utamanya.
b.      Sudut pandang orang ke dua
Menggunakan kata ganti “kamu” sebagai pelaku utamanya.
c.       Sudut pandang orang ke tiga
Menggunakan kata ganti “ia, dia, mereka” sebagai pelaku utamanya.
d.      Sudut pandang campuran
Menggunakan kata ganti “aku” dan “kamu” sebagai pelaku utamanya.

6. Tema
Gagasan utama/pikiran pokok.
Tema merupakan pokok pembicaraan yang mendasari cerita . Tema bersifat menjiwai keseluruhan cerita dan mempunyai generalisasi yang umum, oleh karena itu, untuk menemukan tema sebuah karya fiksi harus disimpulkan dari seluruh cerita, tak hanya bagian-bagian tertentu dari cerita. Tema sebagai salah satu unsur karya fiksi sangat berkaitan erat dengan unsur-unsur yang lainnya.

7. Amanat
Pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui karyanya kepada pembaca / pendengar. Pesan bisa berupa harapan, nasehat, kritik dan sebagainya.